Dermaga Pelabuhan Agats Ambruk

Dermaga segmen 2 pada pelabuhan Pelni Agats Asmat, Papua Selatan ambruk, Sabtu 14 Februari 2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.13 WIT, secara tiba-tiba di tengah situasi bongkar muat logistik dari Kapal Kontainer KM. Elianden Mas yang sedang sandar di pelabuhan Agats.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Agats, Pieter Rumbino, S.H, mengatakan bahwa dermaga segmen 2 yang ambruk ini telah diwaspadai sejak lama karena kondisinya yang sudah miring dan termakan usia. Beberapa tiang penyangga dilaporkan sudah rapuh.

Rumbina mengatakan, selama ini pihaknya telah memberikan rambu-rambu pembatas agar dermaga segmen 2 ini tidak lagi digunakan untuk menampung beban berat.

"Saat kejadian saya ada di lokasi. Memang dermaga ini sudah miring dan termakan usia. Selama ini kita berikan pembatas agar tidak lagi digunakan menampung beban berat," ucapnya.

"Syukurlah jembatan rubuh sendiri dan tidak ada korban dalam kejadian ini. Sebenarnya jembatan segmen 2 ini sudah dikaji oleh Kementerian Perhubungan Laut untuk replacement atau pengerjaan perbaikan kembali. Diperkirakan bulan Maret tahun 2026 ini dengan kalender kerja selama 8 bulan. Terhitung selesai sekitar bulan Oktober. Saat ini tinggal menunggu pelelangan saja,"

Pieter minta agar masyarakat Asmat tidak perlu kuatir, pasalnya pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Pelni untuk mengatur operasional kapal penumpang (PELNI). Meskipun kondisi desmaga mengalami kerusakan namun kapal PPELNI tetap beroperasi melayani masyarakat Kabupaten Asmat yang hendak bepergian maupun yang datang.

"Nanti mekanismenya seperti apa kita akan atur dengan pihak operator. Apakah kapal akan bersandar dengan memanfaatkan dermaga segmen 1 atau 3, atau juga sistem "kolam"; kapal akan berlabuh di tengah dan kita siapkan armada khusus untuk mobilisasi penumpang ke pelabuhan", Katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa kapal-kapal kontainer akan terus diijinkan untuk beroperasi menyalurkan logistik demi kebutuhan pokok masyarakat Kabupaten Asmat terutama jelang ramadhan dan perayaan Idul Fitri.

"Kapal barang akan tetap beroperasi karena ini menyangkut kebutuhan pokok masyarakat terutama jelang IdulFitri,"